Just a Blog From Kopites and Interisti: Real Experience

Showing posts with label Real Experience. Show all posts
Showing posts with label Real Experience. Show all posts

Friday, 17 April 2015

Akun Alter Twitter Heboh Semenjak Kasus Pembunuhan di Tebet




Kasus pembunuhan yang terjadi kawasan Tebet Utara dengan korban bernama Dedeuh alias Tata Chubby, menguak fenomena gunung es yang selama ini kurang diketahui publik. Mulai dari fenomena kost yang dijadikan tempat transaksi seksual hingga penggunaan jejaring sosial Twitter sebagai sarana tawar menawar kegiatan seksual.
Kemudahan teknologi memang semakin memanjakan penggunanya untuk menggunakan sosial media sebagai alat apa saja, mulai dari bertemu kenalan baru, bertemu kawan lama, mempromosikan event, memperjualbelikan barang bahkan penggiringan isu publik. Semua itu tak lepas dari peran media sosial yang meningkat pesat perkembangannya mulai pertengahan tahun 2005.

Tuesday, 30 September 2014

Nukus Community vs Sutoyo Family ; Kajian dari Sisi Bahasa dan Pemasaran



Anda pernah melihat sebuah stiker yang berada di kaca mobil yang bertuliskan “Nukus Community”? Atau mungkin melihat stiker lainnya yang bertuliskan “Sutoyo Family”? Bila iya, apa yang ada di benak anda ketika melihat stiker-stiker tersebut?

Kedua stiker tersebut mungkin sering anda jumpai, terutama bila anda berdomisili di Kota Malang dan sekitarnya. Mungkin anda bertanya-tanya, itu keluarga besar atau komunitas yang besar. Mungkin ada beberapa pihak yang memiliki pertanyaan seperti itu di dalam hati, sama seperti saya yang sebelumnya belum “ngeh” apa maksud dari tulisan kedua stiker tersebut.

Sebelum melangkah jauh ke pembahasannya, kita akan lebih dulu mengupas apa sih kedua stiker tersebut? Apa istimewanya? Kok banyak yang pake? Tak banyak yang bisa digali memang dari sumber internet karena jarang sekali orang yang mengangkat kedua stiker tersebut dalam tulisannya.


Tuesday, 29 April 2014

Sekilas Tentang Hidup dan Bus

Hidup itu seperti naik bus ekonomi.....

Kita gak bakal tahu akan berhenti dimana, entah itu berhenti untuk waktu yang cukup lama (ngetem) atau berhenti hanya untuk sekedar menaik turunkan penumpang. Semua itu bergantung kepada sopir yang menjalankan bus tesebut.

Kita juga gak bakal tahu, siapa yang duduk di samping kita.
Meskipun di awal berangkat duduk bersama, bisa jadi dia turun lebih awal, karena tujuannya gak sama dengan tujuan kita
Atau bisa jadi, duduk sendirian di awal, namun di tengah perjalanan, ada orang duduk di samping kita, menemani hingga tujuan terakhir....
 Atau mungkin saja, kita duduk bersama dengan orang lain di awal, orang tersebut turun di tengah perjalanan, kemudian digantikan orang lain, namun sesaat karena dia harus turun di tempat tujuannya, dan kemudian bertemu dengan orang baru lagi, yang pada akhirnya menemani perjalanan kita hingga akhir tujuan kita.


Orang yang duduk di samping kita pun bisa beragam karakternya, mulai dari pendiam, cerewet, easy going, dan lain sebagainya....
Yang terpenting adalah bagaimana membuat kita memberikan kenyamanan terhadap orang yang ada di samping kita dan untuk kita sendiri...

Thats Life....We never know when we stop a while and who's beside us...but at least, we know our last destination.
PEGANG DENGAN BIJAK.....LEPAS DENGAN IKHLAS

Mari budayakan menggunakan bus ekonomi (malah kampanye) hahahahaha

NB : tulisan ini dibuat sesaat setelah penulis terbangun di dini hari dan gak bisa tidur lagi...jikalau tidak sesuai dengan realita dan pengalaman anda, mohon dimaklumi, mengingat hanya ocehan dini hari....

Semoga bermanfaat....

Wednesday, 23 April 2014

Perbedaan Samsung Galaxy S4 Asli dengan S4 Supercopy !! (Lanjutan)

Yep....finally bisa updet blog lagi.....

Sebelumnya udah saya bahas mengenai perbedaan antara Samsung Galaxy S4 Asli dan Supercopy di tulisan saya sebelumnya ,, disini saya hanya akan membahas mengenai solusi lanjutan dari permasalahan yang diterima kawan saya tatkala tertipu membeli Samsung Galaxy S4 Ori.....

Sekedar flashback sedikit, ceritanya kawan saya telah tertipu oleh Gerai In*oCell,,sebuah gerai ternama di Kota Malang yang notabene merupakan salah satu gerai penjual ponsel terbesar di kota ini. Teman saya berniat membeli Samsung Galaxy S4 dengan harga 5,9 juta. Sebuah harga yang cukup menggiurkan bagi calon peminang S4 ini, mengingat harga-harga di gerai lain seperti di S*ga Grosir atau T*ga Putra masih berada di level 6,4 jutaan.

Teman saya akhirnya membeli S4 disana tanpa berkonsultasi lagi. Karena sebelumnya dia memang sempat bertanya-tanya mengenai spek S4 dan apakah worth untuk membelinya. Sore hari (lupa tanggalnya berapa) dia membeli unit S4 dari gerai tersebut. Transaksi selesai dan unit S4 pun sudah dibawa pulang.

Malam harinya, dia bertandang ke kost saya untuk sekedar main-main dan bertanya mengenai smartphone-nya yang baru. Saya pun hanya bisa ngiler liat dia bawa S4 baru, mengingat saya juga belum pernah memegang S4 sebelumnya.

Tanpa banyak basa-basi, dia langsung bercerita telah membeli S4 di gerai yang telah disebutkan tadi dengan harga 5,9 juta. Dia juga memperlihatkan bonus-bonus yang didapat dari pembeliannya tersebut, mulai dari capdase dan softcase yang ada dua. Saya hanya bisa melongo melihat bonus pembeliannya.

Namun, teman saya terlihat gusar. Dia terus bertanya mengenai jumlah RAM yang ada di S4 dan setelah diselidiki dan dibandingkan dengan Samsung Galaxy S4 yang asli (Ori), terlihat jelas bedanya dan kesimpulannya, dia telah mendapat unit S4 Supercopy. Setelahnya kami pun berembuk untuk memikirkan solusi melakukan replace sekaligus protes kepada gerai In*oCell tersebut, mulai dari dengan cara baik-baik hingga cara yang kasar.

Tak dinyana, keesokan harinya, teman saya datang sendiri dengan pacarnya ke gerai tersebut untuk melakukan protes terhadap penipuan yang telah dilakukan gerai tersebut. Karena saya tidak terlibat langsung di dalamnya, saya tidak tahu proses yang berlangsung di dalamnya.

Hingga kemudian malamnya teman saya bercerita bahwa dia sudah mengembalikan unit S4 Supercopy yang didapatnya. Dan dia hanya meminta cashback sekaligus gerai tersebut menawarkan surat perjanjian untuk tidak memberi unit supercopy lagi terhadap teman saya seandainya melakukan pembelian lagi di gerai tersebut. Alasan dari pihak gerainya adalah bahwa itu merupakan ulah nakal karyawan dari gerai tersebut. Namun pada kemudian waktu, karyawan tersebut masih dipekerjakan disana. Sungguh terlalu (alasan dibuat-buat).

Sebuah solusi yang amat sangat merugikan konsumen. Untung saja hal itu diketahui. Yang tidak diketahui mungkin sudah ratusan orang yang menjadi korbannya. Sebuah penipuan yang harusnya memang masuk ranah hukum, mulai perdata hingga pidana. Pidana karena telah dilakukan penipuan (membeli barang seharga S4 asli tapi diberi Supercopy) dan menjadi ranah perdata bagi vendor atau distributor resmi dari Samsung (entah TAM dsb).

Ya tapi sudahlah, teman saya sudah mengikhlaskan, tapi masih tetap jengkel. Sebuah kesalahan kecil memang karena sebelumnya tidak berkonsultasi dengan temannya, terutama saya (hehe sok menjadi ahli smartphone). Kalau saja tahu dia akan membeli disana, saya akan tidak merekomendasikan. Karena adanya beberapa teman yang bekerja di beberapa vendor operator maupun gadgetnya, saya sering mendengar bahwa gerai tersebut tidak dipercaya. Ada beberapa alasan yang membuat statement tersebut, namun tidak akan saya paparkan mengingat demi kenyamanan semua pihak. Intinya, carilah gerai lain selain gerai tersebut, meskipun gerai itu memberikan iming-iming harga yang jauh lebih murah dari yang ditawarkan gerai lain (itu saran saya).

Apalah arti Smartphone kalau User-nya sendiri belum Smart....
Be a Smart User...

Saturday, 11 January 2014

Perbedaan Samsung Galaxy S4 Asli dengan S4 Supercopy !!


Kemaren malam, seorang teman saya membeli sebuah smartphone merk Samsung dengan type Galaxy S4. Bukan hal yang mengejutkan mengingat sejak beberapa hari sebelumnya, teman saya sudah bertanya-tanya mengenai smartphone tersebut.
Justru yang bikin saya kaget adalah bahwa teman saya mendapatkan unit Samsung Galaxy S4 Supercopy. Kenapa saya kaget? Hal ini dikarenakan dia berniat membeli S4 asli dengan harga 5,9 juta di sebuah gerai besar di Malang. Tidak perlu disebutkan gerainya karena menunggu konfirmasi dariapda pengembalian smartphone tersebut. Sebuah hal yang sebenarnya mengagetkan mengingat reputasinya sebagai salah satu gerai penjual smartphone terbesar di Kota Malang.
Teman saya tidak menyadari bahwa dia mendapatkan unit S4 Supercopy. Hal ini diketahui setelah dia membawa smartphone tersebut ke kost tepat setelah dia membelinya. Saya pun awalnya tidak tahu kalau itu S4 Supercopy hingga kemudian teman satu kost saya membandingkan S4 Supercopy tersebut dengan S4 Asli yang dimiliki pacarnya.
just an ordinary boy

About Me

My photo
Malang, Indonesia
Student of International Relations, Gadget Addict, Want to Know About Anything